Questioning Skill


Ketrampilan Bertanya (Questioning Skill)
Rusman (2017:189) menyatakan bahwa ketrampilan bertanya harus dimiliki oleh guru, yaitu baik jenis dan bentuk pertanyaan yang diajukan dimaksdukan agar siswa belajar. Melalui pertanyaan yang diajukan, siswa difasilitasi untuk memperoleh pemahaman dan meningkatkan daya pikir secara kritis, analitis, dan aplikatif.
Guru harus mampu memunculkan aktualisasi dari siswa, hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan cara bertanaya. Bertanya sangat bisa dilakukan siswa dalam tiap kesempatan, untuk itu guru harus mampu memfasilitasi kemampuan bertanya siswa untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Menurut John dalam Rusman (2017:189) dalam proses pembelajaran setiap pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menurut respon siswa perlu dilakukan, agar siswa memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berfikir. Artinya pertanyaan dapat berupa kalimat Tanya atau dalam bentuk suruhan, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara aktif. Dalam kegiatan pembelajaran, bertanya memainkan peranan penting, hal ini dikarenakan pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik melontarkan pertanyaan yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas dan kreativitas siswa, antara lain:
a.       Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran
b.      Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu masalah yang sedang dibicarakan.
c.       Mengembangkan pola berfikir dan cara belajar aktif siswa sebab berpikir itu sendiri sesungguhnya adalah bertanya.
d.      Menuntun proses berpikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik.
e.       Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dipelajari.
kriteria pertanyaan yang baik menurut Uzer dalam Rusman (2017:190) sebagai berikut:
1.      Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa
2.      Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan
3.      Difokuskan pada suatu masalah atau lugas tertentu.
4.      Berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan.
5.      Berikan pertanyaan kepada kelas atau seluruh siswa secara merata.
6.      Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul keberanian siswa untuk menjawab dan bertanya.
7.      Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.
Komponen-komponen ketrampilan bertanya meliputi:
1)      Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat. Pertanyaan yang diberikan harus singkat dan jelas, sehingga mudah dimengerti oleh siswa.
2)      Pemberian acuan. Guru dapat memberikan jawaban antara sebagai acuan sebelum masuk pada jawaban yang diinginkan.
3)      Focus pertanyaan. Pertanyaan harus terfokus pada pertanyaan yang diinginkan, apakah dalam bentuk pertanyaan terbuka, tertutup, pertanyaan luas atau pertanyaan sempit.
4)      Pemindahan giliran. Pertanyaan harus diberikan secara bergiliran agar tidak didominasi oleh beberapa orang atau siswa saja. Hal ini dapat menyebabkan kecemburuan siswa.
5)      Penyebaran. Idealnya pernyataan diberikan ke kelas terlebih dahulu, sehingga semua siswa berpikir (memikirkan jawaban), setelah itu pertanyaan disebar untuk memberikan kesempatan pada semua siswa.
6)      Pemberian waktu berpikir. Setelah pertanyaan diberikan, berilah waktu berpikir kepada siswa kurang lebih satu sampai lima menit, setelah itu guru dapat member kesempatan menjawab bagi yang sudah siap, atau langsung menunjuk satu persatu kepada siswa.
7)      Pemberian tuntunan. Bila siswa mengalami kesulitan untuk menjawab, guru dapat memberikan tuntunan (promping) sehingga siswa memiliki gambaran jawaban yang diharapkan.
Prinsip-prinsip pokok bertanya yang harus diperhatikan guru, antara lain:
a)      Berikan pertanyaan secara hangat dan antusias  kepada kelas.
b)      Member waktu berpikir untuk menjawab pertanyaan.
c)      Memberi kesempatan kepada yang bersedia menjawab terlebih dahulu.
d)     Menunjuk peserta didik menjawab setelah diberikan waktu untuk berpikir.
e)      Berikan penghargaan atas waktu yang diberikan.

 DAFTAR RUJUKAN
Rusman. 2017. Belajar & Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Komentar

Popular Posts

SEKOLAH LUAR BIASA

PERMAINAN MELATIH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SISWA