Pengembangan Karakter "Optimis"
Pengembangan
Karakter “Optimis”
Membentuk karakter
optimis pada peserta didik perlu dilakukan dalam rangka peningkatan prestasi
maupun kepercayaan diri. Pembentukan karakter ini dapat dilakukan pendidik
dalam proses kegiatan mengajar dengan langkah sebagai berikut :
Nomor
|
Tahap
|
Kegiatan
|
1
|
Keyakinan
|
·
Pemberian
pemahaman
a)
Guru diwajibkan memberi ceramah pada
sela- sela tatap muka di kelas terkait karakter optimis kepada siswa untuk
selalu yakin bahwa akan berhasil jika selalu bersungguh-sungguh dan pantang
menyerah dalam melakukan sesuatu.
b)
Pada saat upacara hari senin
kepala sekolah memberikan sambutan yang mengarah pada sikap optimis yang
harus dimiliki oleh siswa.
|
2
|
Pikiran
|
·
Pelaksanaan tukar pendapat setiap
2 kali seminggu
a) Dilakukan
dengan cara guru memberikan contoh terkait karakter optimis dan manfaatnya
melalui sebuah cerita tokoh-tokoh yang telah sukses dalam berbagai bidang
sehingga karakter optimis akan melekat pada pikiran siswa.
b)
Siswa juga diminta untuk
memberikan tanggapan semampu mereka.
|
3
|
Kata-kata
|
·
Pemberian motivasi atau semangat
a) Guru
diwajibkan menyuarakan jargon-jargon yang bisa dijadikan pengingat untuk
siswa agar bisa menjadi pribadi yang optimis diawal pembelajaran maupun saat
yang memungkinkan ketika tatap muka di kelas. Jargon tersebut misalnya :
“Optimis,
Sukses, YES! Pesimis, Gagal, NO!”
b)
Guru diperbolehkan meminta siswa untuk menciptakan
kata-kata yang dapat menunjukkan karakter optimis menurut versi masing-masing siswa.
|
4
|
Tindakan
|
·
Pemberian tanggung jawab pada
siswa
a) Guru
memberi tugas-tugas dengan tingkat kesukaran yang rendah hingga tingga pada
setiap tatap muka maupun tugas tambahan, agar siswa mampu berusaha
menyelesaikannya.
b) Pada
akhir pembelajaran guru harus mampu memberikan tantangan kepada siswa berupa
hal-hal baru sehinga siswa dituntut untuk berfikir dan pantang menyerah dalam menyelesaikan tantangan.
c)
Guru harus mampu memberikan
dukungan penuh pada siswa serta memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk menyelesaikan tantangan sesuai dengan cara masing-masing siswa yang
tentu berbeda satu dengan yang lain.
|
5
|
Kebiasaan
|
·
Pembuatan catatan positif
a) Siswa
diminta untuk menuliskan catatan positif pada buku masing-masing secara rutin
serta membacanya agar dapat menjadi vitamin pada hati dan pikiran tentang
karakter optimis sehingga karakter optimis dapat tertananm dengan kuat.
·
Pembiasan pemberian kesempatan
memperbaiki nilai
a) Guru
harus memberikan kesempatan kepada siswa yang belum mampu menyelesaikan tugas
maupun tantangan dengan baik, agar siswa tetap optimis dalam mencapai hasil
maksimal karena kekurangan dan kegagalan mampu mereka perbaiki.
·
Pemberian reward dan punishmen
a)
Guru hendaknya membiasakan memberikan penghargaan berupa
ucapan pujian maupun berupa barang jika dimungkinkan untuk memotivasi siswa
serta memberikan punishmen kepada siswa yang bertindak dengan karakter yang
tidak dikehendaki.
|
6
|
Nilai
|
·
Guru memberi umpan balik dan atau penilaian kepada siswa, guru harus mulai dari aspek-aspek positif
atau sisi-sisi yang telah kuat, baik
pada pendapat,
karya, dan atau sikap siswa
·
Guru
memberi contoh serta mengajak siswa untuk menerapkan nilai-nilai optimis
yaitu diantaranya selalu pantang menyerah, tidak takut kegagalan, serta kemauan
yang tinggi untuk terus mencoba untuk mencapai hal yang diinginkan.
|
Komentar
Posting Komentar