MEMAHAMI SEGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK.

                                                 KASUS DAN ANALISA

Membahas tentang perkembangan peserta didik, ada beberapa aspek yang harus dipahami oleh seorang pendidik. Diantara aspek-aspek tersebut ialah mulai dari  perkembangan kepribadian, perkembangan moral, perkembangan emosi, perkembangan spiritual serta perkembangan sosial. Sehingga pendidik akan mudah menentukan sikap dan treatment kepada peserta didik. Berikut adalah sebuah pandangan terkait sebuah kasus dan analisanya dalam segi perkembangan peserta didik .


Ø  KASUS
Pembunuhan oleh  Very Idham Henryansyah (Ryan)
Verry Idham Henryansyah, atau dikenal dengan panggilan Ryan (lahir di Jombang, 1 Februari 1978; umur 39 tahun) adalah seorang tersangka pembunuhan berantai di Jakarta dan Jombang. Kasusnya mulai terungkap setelah penemuan mayat termutilasi di Jakarta. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, terungkap pula bahwa Ryan telah melakukan beberapa pembunuhan lainnya dan dia mengubur para korban di halaman belakang rumahnya di Jombang.
Ryan adalah bungsu dari dua bersaudara. Kakaknya Mulyo Wasis (44) adalah saudara satu ibu namun lain ayah. Sejak kecil Ryan lebih sering berpisah dengan kedua orangtuanya dan tinggal di pesantren. Perilaku Ryan banyak berubah ketika ia duduk di bangku SMP. Dia lebih banyak menekuni kegiatan perempuan seperti menari dan berdandan. Di sekolah Ryan dikenal lebih dekat dan lebih banyak berteman dengan perempuan, dia juga banyak terlibat kegiatan kesenian, terutama menari. Namun demikian Ryan dikenal cerdas, cekatan, dan pandai bergaul.
Ryan sempat menjadi siswa sekolah favorit, SMA Negeri I Jombang. Namun di sana sifat dan sikapnya kian labil. Dia hanya bertahan satu bulan lalu pindah ke SMA Kabuh dan bertahan satu semester, sebelum akhirnya pindah ke SMA Negeri III. Di sana Ryan juga hanya bertahan sebulan, lalu pindah ke Jakarta.
Di Jakarta, ia merasa lebih diterima dan bertemu dengan kalangan homoseksual dari kalangan menengah ke atas. Di ibukota Ryan kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Ia pernah tinggal di beberapa kamar kos atau kamar apartemen dengan harga sewa tinggi. Apartemen tempat Ryan membunuh dan memutilasi Heri Santoso adalah apartemen bertipe studio (hanya satu ruangan) dengan harga sewa Rp. 1 juta per bulan. Sebelumnya ia bahkan pernah tinggal di tempat kos dengan harga sewa Rp. 2,6 juta per bulannya.
Ø  ANALISIS
Pembunuhan diawali dengan datangnya Heri ke apartemen Ryan. Di apartemen, Heri melihat foto Noval, kekasih Feriansyah yang akrab dipanggil Ryan. Heri jatuh hati pada Noval, dan menyampaikan hal itu pada Ryan. Heri lalu menawarkan sejumlah uang kepada Ryan agar Noval bisa berhubungan intim dengan Heri. Ryan tersinggung dan marah. Sempat terjadi cekcok mulut. Karena tersinggung kekasih prianya ditawar, tersangka Ryan membunuh dan memotong-motong Heri Santoso (40 tahun). Harta korban dijarah untuk memanjakan kekasih prianya, Noval (28 tahun). Ryan memotong-motong jenazah Heri menjadi tujuh bagian dalam dua koper besar dan kecil, serta dalam sebuah tas plastik. Sebelum dimasukkan, potongan-potongan mayat itu dicuci Ryan. Lantai kamar dan ranjang pun dibersihkan dari darah olehnya.
Kebencian Ryan pada Heri ditunjukkan Ryan dengan merusak alat vital Heri. Ekspresi kebencian seperti ini umum dilakukan kalangan homoseksual.Dengan membawa potongan-potongan jenazah itu, Ryan naik taksi. Ia lalu membuang potongan-potongan jenazah itu di dua lokasi di tepi Jalan Kebagusan Raya, Sabtu subuh. Pembuangan mayat yang berbau anyir darah tersebut dan aksi Ryan meninggalkan koper besar dijalan tidak mengundang kecurigaan supir taksi. Pukul 08.00, potongan mayat itu ditemukan oleh warga sekitar. Pembunuhan 10 orang lainnya diketahui terjadi di belakang rumah orangtua Ryan, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jatim. Modus pembunuhan yang dilakukan Verry Idham Henyansyah alias Ryan terhadap 10 korbannya, akhirnya terungkap. Diketahui, pria asal Jombang itu menghabisi para korbannya dengan linggis. Perkakas bangunan itu dihantamkan pada bagian tengkuk 10 orang korbannya.
Pembunuhan pertama dilakukan Ryan terhadap Gruh Setyo Pramono alias Guntur. Ryan tampak memperagakan pembunuhan itu dilakukan di lorong kamar mandi yang terpisah dengan rumah utama. Dengan menggunakan Linggis yang diambil dari kandang Ayam, Ryan memukul tengkuk korban hingga tewas dan menguburkannya dibekas kolam yang ada di halaman belakang rumah. Ryan juga menggunakan alat pemberat berupa pagar beton dan batu saat menguburkan Guntur. Ini dilakukan agar jenazah korban tak mengapung dalam air. Untuk merapikan pembunuhan itu, ia juga sempat membungkus tubuh korban dengan kain sprei sebelum menguburnya.
Korban Ryan berikutnya adalah Agustinus F Setyawan. Sama dengan Guntur, Ryan juga membunuh Agustinus dengan Linggis. Namun sebelum menghabisi korban dengan cara memukulkan linggis di tengkuk korban, Ryan sempat terlibat baku hantam. Kendati melakukan perlawanan, Agustinus akhirnya kalah dan meregang nyawa dibatang linggis. Perlakuan sama juga dilakukan Ryan terhadap korban lainnya, yaitu Muhammad Aksoni dan Zainal Abidin alias Zaki. Dua orang ini juga dihabisi Ryan dengan Linggis di belakang rumahnya. Saat membunuh Zaki, Ryan juga sempat beradu hantam. Namun Ryan terbilang perkasa. Zaki jatuh tak berdaya sebelum Linggis yang dihantamkan Ryan ke tengkuknya.
Pembuhunan yang tak kalah sadis dilakukan Ryan, saat ia menghabisi Nanik Hidayati dan anaknya, Silvia Dewi Ramadhani yang masih berusia 3 tahun. Secara bergantian, Ryan memukulkan linggis di tengkuk Nanik dan Silvia. Keduanya dikuburkan dalam satu liang lahat dengan posisi kepala Silvia yang berada dipaha ibunya, dengan posisi kepala keduanya saling berlawanan. Pembunuhan dua orang sekaligus itu, diakui Ryan lantaran ia risih dengan sikap Nanik Hidayati yang berkali-kali memeluknya saat mengambil buah pepaya yang diminta Nanik di belakang rumah Ryan. "Bagian leher saya sempat dicium. Saya marah dan langsung mendorongnya hingga terjatuh," aku Ryan saat ditanya anggota Ditreskrim Polda Jatim saat rekonstruksi berlangsung. Pembunuhan dua orang sekaligus juga dilakukan Ryan terhadap Aril Somba Sitanggang dan Vincenstius Yudi Priyono. Ryan membunuh Vincenstius setelah korban mengetahui pembunuhan yang dilakukan Ryan sebelumnya terhadap Aril. Lantaran takut aksi pembunuhannya diketahui Vincenstius, Ryan lantas memukul tengkuk korban. Nama lain yang merupakan korban kedelapan Ryan yang ada di Jombang yaitu Asrori. Asrori juga tewas ditangan Ryan, setelah linggis mautnya itu mendarat di tengkuk korban. Asrori dikuburkan Ryan didekat pohon salak yang berada di halaman belakang rumah Ryan.
Ø  DIAGNOSIS
Penyebab kasus :
1.      Ryan terbawa oleh situasi lingkungan dimana Ia bergaul
2.      Kurangnya pengasuhan dari orang tua karena Ryan tidak tinggal bersama orang tuanya, Ryan juga mengalami masalah karena suka sesama jenis
3.      Adanya rasa kecemburuan Ryan terhadap teman dekatnya yang bernama Heri
4.      Ryan membutuhkan materi atau uang sehingga membunuh 10 korban lainnya dengan mengambil uang yang dimiliki oleh para korban untuk memenuhi kebutuhannya
5.      Karena Ryan takut tindak kejahatannya diketahui oleh orang lain maka Ia berani membunuh tidak hanya satu kali
6.      Karena Ryan sedang dalam kondisi marah yang tinggi dan imannya pun juga tidak terlalu kuat  maka ia berani melakukan pembunuhan
Ø FAKTOR
Faktor dari dalam:
Faktor dari dalam kasus di atas adalah Ryan tumbuh menjadi pribadi yang kurang baik karena sering terpisah dengan orangtuanya sejak kecil, Ryan kurang mampu menahan emosi (rasa cemburu serta rasa kebencian) Ia kehilangan kontrol pikiran dan mendapat dorongan dari dalam untuk melakukan kejahatan sehingga Ia berani melakukan hal yang di luar batas norma.
Faktor dari luar:
Faktor dari luar kasus di atas yaitu Ryan terpengaruh dengan lingkungan dimana Ia tinggal dimana Ia merasa diterima oleh orang lain, namun lingkungan yang mempengaruhi kepribadiannya merupakan lingkungan yang kurang baik. Kalangan homoseksual yang menjadi teman Ryan termasuk kalangan menengah keatas dalam hal ekonomi, oleh karena itu kemungkinan timbulnya tindakan jahat Ryan dipicu oleh kebutuhan ekonomi di kalangan teman-temannya.
Ø MEMBANDINGKAN ASPEK DENGAN KASUS
1.      Perkembangan Kepribadian
Dalam kasus Ryan ini dapat kita lihat dari segi perkembangan kepribadiannya itu sebagian besar terbentuk dari lingkungan yang kurang positif, Ia juga tidak mendapatkan pola pengasuhan yang baik dari orang tuanya karena waktu kebersamaan yang relatif sedikit. Ryan yang awalnya memiliki kecerdasan yang tinggi dan berprestasi mengalami perubahan dimulai pada saat SMP, Ia cenderung suka dengan kegiatan perempuan yang lama kelamaan membuat Ryan berbelok pada kebiasaan-kebiasaan perempuan hingga menyukai sesama jenis (Homoseksual). Ryan juga tumbuh menjadi orang yang memiliki kepribadian sangat pemberani dalam mengambil tindakan.
2.      Perkembangan Moral
Perkembangan moral Ryan sangat dipengaruhi oleh lingkungan kalangan homoseksual yang membuat Ryan melakukan hal-hal yang tidak baik. Jelas bahwa kalangan homoseksual membentuk jati diri yang buruk pada Ryan. Karena Ryan terbiasa bergaul dengan lingkungan tersebut Ryan mungkin menemukan orang-orang yang menurutnya dijadikan sebagai gambaran ideal padahal justru sebaliknya mereka yang dianggap sebagai gambaran ideal malah jauh dari moral yang baik. Hubungan yang kurang harmonis antara Ryan dengan Orangtuanya pun juga menjadi faktor Ryan nekat melakukan pembunuhan.
3.      Perkembangan Emosi
Di dalam kasus tersebut terdapat beberapa emosi yang yang muncul pada diri Ryan diantaranya yaitu kecemburuan yang akhirnya menjadi suatu amarah yang brutal. Amarah tersebut muncul karena adanya perasaan tidak terima pada Ryan karena Kekasihnya yang notabene adalah seorang laki-laki disukai oleh teman dekatnya. Perasaan emosi yang yang tidak dapat dikendalikan sering menimpa Ryan dapat dilihat dari banyaknya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ryan. Ia melakukan pembunuhan kepada sebelas orang menandakan bahwa Ryan memang sering tidak dapat mengatur dan mengontrol emosi yang muncul. Perasaan sayang kepada kekasihnya pula menyebabkan Ryan mengalami gejolak emosi yang kuat.
4.      Perkembangan Sosial
     Kalangan sosial dimana Ryan tinggal sangat mempengaruhi perkembangannya, tuntutan akan kebutuhan serta gaya hidup para teman-temannya membentuk cara bergaul pada Ryan. Keseharian Ryan yang bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang yang homoseksual dapat menjadi penghambat bagi Ryan untuk bergaul dengan orang-orang di luar sana yang memiliki kebribadian serta adat yang baik, kemungkinan Ryan akan tidak nyaman apabila akan menjalin interaksi dengan masyarakat umum yang akhirnya hanya membatasi pergaulan dengan para homoseksual saja. Kondisi ini menyulitkan Ryan untuk berkembang menjadi anggota masyarakat yang baik.
5.      Perkembangan Spiritual
Spiritual dapat diartikan dan sebagai suatu tahap dimana seseorang yang membentuk kepercayaannya, baik berupa kepercayaan yang berhubungan dengan religi maupun adat. Suatu kepercayaan akan sangat mempengaruhi tingkah laku seseorang. Dalam segi religi seseorang yang menganut agama dengan baik maka Ia akan mematuhi hal-hal yang ada di dalamnya baik suatu perintah maupun larangan-larangan. Di lihat dari Kasus Ryan terdapat indikasi bahwa Ryan tidak begitu mendalami kepercayaannya sehingga Ia melakukan hal yang mengandung dosa, Ia rela merenggut nyawa orang lain demi kepentingannya sendiri dan mengabaikan adanya balasan yang akan diterimanya.
Ø SOLUSI
Preventif:
a.       Pembunuhan serta perilaku homoseksual dapat dicegah melalui pembentukan karakter yang baik sejak kecil melalui pengasuhan oleh orang tua yang kemudian orangtua juga memberikan pemahaman kepada anak mengenai dampak perilaku jahat serta adanya surga dan neraka
b.      Pemberian pemahaman mengenai hal baik dan buruk melalui pendidikan yang mengarah pada norma-norma dan moral
c.       Melakukan sosialisasi secara umum kepada masyarakat tentang adanya peraturan hukum yang akan menjerat para pelaku pembunuhan sehingga tidak dapat mengurangi kasus pembunuhan yang mungkin akan terjadi lagi dikemudian hari.
Kuratif:
a.    Memberikan konseling atau terapi agar sembuh dari perilaku homoseksual
b.    Memberikan hukuman pidana secara tegas pada pelaku kasus pembunuhan agar para pelaku memiliki rasa jera untuk tidak melakukan kasus pembunuhan lagi, dapat diberikan hukuman mati agar menjadi suatu hal yang memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa dampak melakukan pembunuhan itu sangat berat untuk diterima.


Komentar

Popular Posts

SEKOLAH LUAR BIASA

PERMAINAN MELATIH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SISWA

Questioning Skill