METODOLOGI PENELITIAN


“Mengenal Metode Penelitian”
            Penelitian
            Menurut Whitney dalam Dermawan (2013:2) mengutip beberapa penelitian sebagai berikut:
1.      Penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquri) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dipecahkan (Parsons, 1946)
2.      Penelitian adalah transformasi yang terkendalikan atau terarah dari situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya (Dewey 1936)
3.      Penelitian merupakan sebuah metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan sebuah pemikiran kritis (critical thinking). Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, memformulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan untuk menemukan apakah ia cocok dengan hipotesis (Woody, 1927).

Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui. Penelitian kuantitatif dapat dilaksanakan dengan penelitian deskriptif, penelitian hubungan/korelasi, penelitian kuasi-eksperimental, dan penelitian ekperimental. (Margono, Dalam Darmawan 2013:37)
Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambar dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak bisa dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kualitatif (Sugiyono, 2010:1)
Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksif diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka, serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik mereka  dan terhadap situasi tempat praktik-praktik tersebut.  (Carr dan & kemmis dalam Madya 2011 : 9). Penelitian tindakan merupakan penerapan penemuan fakta pada pemecahan masalah dalam situasi sosial dengan pandangan untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan di dalamnya, yang melibatkan kolaborasi dan kerjasama para peneliti, praktisi dan orang awam. (Burns, dalam Madya 2011 : 9) penelitian tindakan dilakukan dengan mengumpulkan data secara sistematik tentang praktik keseharian dan menganalisisnya untuk dapat membuat keputusan-keputusan tentang praktik yang seharusnya dilakukan di masa mendatang ( Wallace, dalam Madya 2011: 9). Penelitian tindakan ditujukan untuk memberikan andil pada pemecahan masalah praktis dalam situasi problematik yang mendesak dan pada pencapaian tujuan ilmu sosial melalui kolaborasi patungan dalam kerangka kerja etis yang saling berterima. (Rapoport, dalam Madya 2011:9).   
  Penelitian tindakan adalah proses partisipatori, demokratis yang berkenaan dengan pengembangan pengetahuan praktis untuk mencapai tujuan-tujuan mulia manusia, berlandaskan pandangan dunia partisipatori yang muncul pada momentum historis sekarang ini. Ia berusaha memadukan tindakan dengan refleksi, teori dengan praktik, dengan menyeertakan pihak-pihak lain, untuk menemukan solusi praktis terhadap persoalan-persoalan yang menyesakkan dan lebih umum lagi demi pengembangan individu dengan komunitasnya (Reason & Breadbury, dalam Madya 2011:11). Dari beberapa definisi di atas maka dapat dilihat bahwa penelitian tindakan berurusan langsung dengan praktik di lapangan dalam situasi alami. Penelitinya adalah pelaku praktik itu sendiri dan pengguna langsung hasil penelitiannya. Lingkup ajang penelitiannya terbatas. Yangpaling menonjol adalah bahwa penelitian tindakan ditujukan untuk melakukan perubahan pada semua diri pesertanya dan perubahan situasi tempat penelitian dilakukan guna mencapai perbaikan praktik secara inkremental dan berkelanjutan.
Classroom action research/ penelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelas adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang , melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaborasi dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjannya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. Langkah menemukan masalah dilanjutkan dengan menganalisis dan merumuskan masalah, kemudian merencanakan PTK dalam bentuk tindakan perbaikan, mengamati, dan melakukan refleksi. (Darmawan, 2013:252-253)
School action research
Menurut Mulyasa dalam Suyadi (2012: 13) Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) adalah “PTK”-nya Kepala Sekolah dan Pengawas. Dengan kata lain, jika guru memperbaiki proses pembelajaran di kelas dengan PTK, maka kepala sekolah dan pengawas memperbaiki sekolah yang dikepalai atau diawasi dengan PTS. Jadi, jika PTK dilakukan oleh guru diruang kelas, maka PTS dilakukan oleh kepala sekolah maupun pengawas dilinkungan sekolah yang dipimpin atau diawasi. Dengan demikian, antara PTK dan PTS terdapat banyak kemiripan, disamping beberapa perbedaan. Persamaannya terletak pada karakteristik penelitian, prinsip-prinsip yang dianut, dan alur logika yang dibangun. Sedangkan perbedaannya hanya sebatas pelaku, ruang lingkup, dan wilayah garapan diantara keduanya.
Dari gambar singkat tersebut, dapat dipahami bahwa PTS merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja sistem pendidikan, dan mengembangkan manajemen sekolah agar menjadi produktif, efektif, dan efisien. Dengan kata lain, PTS adalah penelitian yang dilakukan untuk menemukan cara-cara baru guna memperbaiki kondisi dan memecahkan berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi sekolah. Jadi, pada intinya PTS selalu berkutat pada dua hal, yakni perbaikan dan peningkatan mutu sekolah. Sebab, kedua hal tersebut menjadi kunci untuk peningkatan mutu atau kualitas pendidikan. Jika semua kepala sekolah dan pengawas di seluruh tanah air bisa melakukan perbaikan dan peningkatan secara terus menerus, maka dapat dipastikan pendidikan nasional akan mengalami peningkatan kualitas secara drastis. Terlebih lagi jika galaknya PTS di kalangan kepala sekolah dan pengawas dibarengi dengan gencarnya PTK di kalangan guru-guru. Tentu, yang akan terjadi adalah revolusi pendidikan nasional yang spektakuler.

Daftar Sumber
Darmawan, Deni.2013.Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: TP. Remaja Rosdakarya.
Madya, Suwarsih.2011.Teori dan Praktik Penelitian Tindakan (Action Research). Bandung:Alfabeta
Sugiyono.2010.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta

Komentar

Popular Posts

SEKOLAH LUAR BIASA

PERMAINAN MELATIH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SISWA

Questioning Skill