MENGATASI PERMASALAHAN PENGAJARAN


SOLUSI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PENGAJARAN
Dika Novita Sari
Universitas Negeri Malang

Abstrak: Pengajaran Merupakan Salah satu interaksi yang berintikan pada komunikasi antara guru dan siswa. Pelaksanaan pengajaran ini tidak luput dari permasalahan dan hambatan. Faktor penyebab masalah ini berasal dari guru maupun siswa, keduanya memiliki peran yang sama pentingnya dalam proses pengajaran. Masalah yang timbul ada banyak termasuk masalah pengarahan, evaluasi serta penilaian dan lain sebagainya. Menghadapi permasalahan tersebut dapat dilakukan melalui beberapa solusi. Solusi permasalahan pengajaran ada banyak diantaranya melalui peningkatan kualitas guru dan antusiasme siswa.

Kata kunci: Pengajaran, Faktor Permasalahan, solusi permasalahan pengajaran

            Salah satu tugas guru adalah melaksanakan pengajaran. Menurut Tardif (1987) dalam Muhibbin (2003:35), pengajaran adalah memberi arti instruction secara rinci yaitu preplanned, goal directed educational procces designed to facillitate learning. Artinya adalah sebuah proses kependidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar. Pendidikan itu dilakukan untuk mencapai tujuannya yaitu agar peserta didik yang belum berpengetahuan luas menjadi orang-orang yang kaya akan ilmu. Hal ini dapat dilakukan melalui pengajaran. Seringkali guru dalam pelaksanaan pengajaran tersebut menemui masalah-masalah seperti kurang terampil dalam menggunakan media yang menarik dalam melakukan pengarahan, masalah mengenai evaluasi dan penilaian serta masalah isi dan urutan pelajaran, di sisi lain peserta didik membutuhkan model pengajaran yang sesuai dengan perkembangan yang ada saat ini. Mengatasi permasalahan tersebut perlu di pahami mengenai faktor-faktor yang menimbulkan permasalahan tersebut serta solusi apa yang dapat dilakukan.

PERMASALAHAN PENGAJARAN
            Pengarahan merupakan salah satu hal yang berkaitan erat dengan proses pengajaran. Namun, menurut Roestyah (1982:84), siswa kerap tidak mendapatkan pengarahan yang jelas dari guru mengenai tujuan dari materi yang disampaikan sehingga keadaan ini mengakibatkan siswa bertanya-tanya apakah tujuan mereka mempelajari materi ini? Mereka tidak mendapat kepuasan dalam belajar, siswa menyadari bahwa tujuan pelajaran yang diberikan guru tidak relevan dengan kebutuhan dan tidak bermakna bagi kehidpan di kemudian harinya. Masalah lain adalah masalah evaluasi dan penilaian yang dimaksud yaitu sering terjadi ketidakefektifan ketika guru mengevaluasi dan memberikan penilaian kepada siswa. Banyak siswa yang merasa tidak puas dengan hal ini, yang terjadi yaitu siswa tidak paham dengan penilaian yang diberikan oleh guru begitupun dengan guru seringkali tidak tepat dalam memberikan penilaian.
Masalah isi dan urutan pelajaran menjadi hal yang penting karena sedikit banyak hal itu yang mempengaruhi kelancaran pengajaran di sekolah. pengorganisasian isi materi yang tidak menarik tidak akan menimbulkan kegiatan belajar pada siswa, lalu mereka juga sulit memahami arti dari pelajaran yang diterimanya.  Selain itu metode pengajaran dan sistem penyajian juga penting. Sering ditemui bahwa metode pengajaran masih banyak yang monoton dan tidak menarik, sehingga rasa bosan dan jenuh pada siswa muncul. Kendalanya yaitu ketika guru tidak mampu menggunakan metode-metode pengajaran yang baru atau memang tidak mau merubah metode yang sudah biasa digunakan. Sistem penyajian bahan pelajaran juga masih sederhana, maksudnya tidak divariasi dan dikemas secara menarik.
            Hambatan-hambatan yang mungkin muncul yaitu kurang lancarnya proses belajar mengajar yang disebabkan oleh situasi tertentu yang ada ketika kegiatan berlangsung, menurut kirean (2009:136) salah satu musuh pengajaran dan pembelajaran adalah rasa bosan yang dimiliki siswa dan salah satu pencetus rasa bosan itu adalah familiaritas yang berlebihan dan menganggap sepele banyak hal, kaitannya dengan pengajaran yaitu masalah konteks yang bervariasi yang akhirnya dianggap sepele oleh siswa, dapat dilihat bahwa bentuk yang bervariasi dari kelas dapat membuat sebagian besar pengalaman para siswa di dalam kelas sama dan membosankan.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMASALAHAN PENGAJARAN
 Faktor yang secara garis besar menyebabkan permasalahan dalam pengajaran yaitu kurang terampilnya guru dalam merencanakan mengorganisasikan dan mengevaluasi pengajaran. Guru kurang baik dalam merencanakan kebutuhan-kebutuhan dalam proses pengajaran seperti metode apa yang akan digunakan dan bagaimana tanggapan siswa terhadap metode yang digunakan, apakah perlu menggunakan media pengajaran yang beranekaragam atau tidak. Lalu, bagaimana selanjutnya mengorganisasikan beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi dan tentunya perlu mengevaluasi apa yang kurang dan harus dibenahi dan ditingkatkan. Guru juga kurang tertib terhadap prosedur yang ada di sekolah. Faktor yang kedua tentu berasal dari siswa, berjalan dengan lancar atau tidaknya suatu proses pengajaran juga bergantung pada siswa, apakah siswa dapat bersikap kondusif di kelas atau tidak.
SOLUSI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PENDIDIKAN 
           Mencegah ataupun mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan agar tercipta kelancaran dalam pengajaran serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Yang perlu ditingkatkan yaitu kualitas guru sebagai tenaga pendidik yang menjadi inti dalam suatu proses belajar mengajar yang berperan sebagai sumber pula. Guru perlu menciptakan profesionalisme dalam mengajar dan menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik yang baik. Perlunya wawasan yang luas dalam menghadapi perubahan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dalam mengajar dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada, terutama metode yang menyenangkan. Solusi yang mungkin dapat diterapkan yaitu melalui model pengajaran yang imajinatif. Pengajaran imajinatif dapat dilakukan melalui kerangka kerja atau perencanaan yaitu dengan mengidentifikasi yang paling penting dalam suatu topik yang akan disampaikan, lalu menunjukkan betapa pentingnya topik itu. Selanjutnya, menyusun isi menjadi bentuk cerita yang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik. Guru juga harus menarik kesimpulan apa cara terbaik untuk meyelesaikan konflik yang mungkin belum terpecahkan mengenai topik. Lalu, mengevaluasi apakah topik tersebut dipahami dengan baik, hal-hal pentingnya telah dicapai dan isinya telah dipelajari. Metode pengajaran imajinatif sekaligus menumbuhkan antusiasme pada siswa dan rasa keingintahuan terhadap materi yang disampaikan.
PENUTUP
Simpulan
            Banyak permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pengajaran yang menghambat proses pencapaian tujuan pendidikan. Permasalahan yang timbul berasal dari pihak guru atau tenaga pendidik serta berasal dari peserta didik. Faktor penyebab timbulnya permasalahan secara umum berasal dari kurangnya kualitas atau ketrampilan dalam berbagai hal terutama dalam penggunaan metode pengajaran yang sesuai dengan kondisi yang ada. Peserta didik juga memiliki pengaruh dalam menimbulkan hambatan pengajaran. Solusi yang dapat dilakukan berupa peningkatan kualitas pada guru serta menciptakan inovasi dalam model pembelajaran salah satunya dengan model pengajaran imajinatif.
Saran
            Permasalahan pendidikan tidak bisa dianggap menjadi suatu hal yang sepele, perlu adanya penanganan khusus, terutama dalam peningkatan kualitas dan keaktifan guru dalam menemukan hal-hal baru yang berkaitan dengan penunjang kegiatan pengajaran. Sebaiknya guru senantiasa mematuhi prosedur yang sudah ada dan senantiasa berusaha memperbaiki kinerja secara berkala dan berkelanjutan. 


DAFTAR RUJUKAN
Roestyah, N.K. 1982. Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem. Jakarta: PT Bina Aksara
Egan, Kieran. 2009. Pengajaran Yang Imajinatif. Jakarta: PT Indeks
Muhibbin, Syah. 2003. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Rosda

Potret Pengajaran

Komentar

Popular Posts

SEKOLAH LUAR BIASA

PERMAINAN MELATIH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SISWA

Questioning Skill