REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Perlunya
Pendidikan dalam Era Revolusi Industri 4.0
Oleh
Dika
Novita Sari
Pendidikan dirasa
penting untuk menumbuhkan karakter yang baik ,kuat, dan cinta tanah air. Pentingnya
karakter yaitu karena yang pertama, kerugian terbesar dari proses imperialisme
dan kolonialisme di Nusantara bukan sekedar hilangnya aset ekonomi yang
dieksploitasi ataupun pemimpin yang dipenjara dan dibunuh. Kedua, hilangnya karakter bangsa yang percaya
diri dan biasa berpikir terbuka. Ketiga, manusia Indonesia kehilangan
integritas sebagai manusia yang merdeka. Orang-orang indonesia juga tidak
merasa bangga dengan sejarah, kebudayaan dan juga bahasa yang dimiliki. Bangsa
indonesia rentan dengan anggapan bangsa yang lembek, bangsa yang lembek
yaitu suatu mental yang negatif dari sebuah negara. Hal ini dikarenakan warga
negara serta pemerintahnya tidak memiiliki ketegasan moral, diantaranya moral
sosial dan politik. Begitupun dengan etos kerja yang lembek serta adanya
korupsi besar-besaran.
Baru-baru ini bangunan
kebangsaan kita mulai rapuh dan terbelah akibat penuh ujaran kebencian, berita
bohong, menguatnya individualisme, hilangnya tokoh simbolis pemersatu dan
masyarakat yang bisa mengendalikan teknologi. Maka dari itu kita sebagai
generasi penerus bangsa bersaing di era pendidikan kebangsaan revolusi industri
4.0 dengan memanfaatkan teknologi secara bijaksana serta diperlukan pendidikan
nasional yang berkualitas dan memiliki basis epistemologi sesuai dengan
nilai-nilai pancasila. Format dari pendidikan nasional atau kebangsaan ini dapat
dijabarkan melalui Pancasila yang dijadikan sebagi common platform agar setiap
informasi yang ada di media sosial dapat diterima baik oleh masyarakat, tidak
mendikotomisasikan ajaran agama, berbasis kearifan lokal tetapi rasional,
pembelajaran dibuat menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan generasi milenial,
dan pendekatan induktif yang berasal dari pengalaman hidup peserta didik. Menurut survei tentang kewarganegaraan
nasionalistik dan religius juga mempunyai pengaruh terhadap cara pandang warga
milenial, contohnya mereka yang fanatik akan religius akan ada kemungkinan
menyebarkan ajaran yang radikal. Hal ini juga menyebabkan nasionalisme
terbelah, oleh karena itu untuk menghadapi era revolusi industri juga
dibutuhkan bimbingan yang tepat terhadap milenial. Kuatnya persaingan dalam sektor atau
bidang-bidang tertentu dalam era
revolusi industri 4.0 jika dihadapi dengan bangsa yang lembek, paham religiusme
yang radikal, bangsa yang tidak semangat, bangsa yang acuh dan hanya menjadi followers maka kita akan tertinggal dan
hanya akan menjadi konsumen saja. Saat ini kita sudah harus melek teknologi,
menggunakan teknologi dengan bijaksana, lebih peduli dengan lingkungan sekitar
yakni peduli moral, kebudayaan, bahasa, bahkan harus bangga indonesia
seutuhnya. Sebagai bangsa indonesia yang sedang mengahadapi revolusi industri
khususnya sebagai pelajar atau mahasiswa kita harus turut peduli pendidikan agar
mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Komentar
Posting Komentar